Jumat, 16 November 2012

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU SISWA DALAM MEMELIHARA KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH


HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU SISWA DALAM MEMELIHARA KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH

                         (Studi pada Siswa Kelas VII  SMP Negeri 1 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya)

Oleh
Hj. AI RENI HERTINI
NIM. 108101140
Dedi Herawan
Nani Ratnaningsih
Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup    Program Pascasarjana Universitas Siliwangi
Tasikmalaya



                                                                         ABSTRACT

           This study aims to identify, analyze and assess the relationship is there between the knowledge of environmental health and environmental health students' attitudes toward the behavior of students in maintaining a healthy school environment. The study design used in this study are correlational descriptive nature. The population in this study is a class VII student Junior high school 1 Sukaratu Tasikmalaya District, amounting to 217 people. The sampling technique used in this study are proportional random sampling technique, with a sample size of 66 people. The results showed that there is a relationship between knowledge of environmental health with the behavior of students in maintaining a healthy school environment. This is evidenced by the acquisition value  r  0.739 is the closeness of the strong category and accounts for 54.6%. The better knowledge of environmental health the better the behavior of students in maintaining a healthy school environment. There is a relationship between students' attitudes toward environmental health with the behavior of students in maintaining a healthy school environment. This is evidenced by the acquisition value  r  0.744 is the closeness of the strong category and accounts for 55.4%. The better the students' attitudes toward environmental health the better the behavior of students in maintaining a healthy school environment. There is a relationship between knowledge about environmental health and environmental health students' attitudes toward the behavior of students in maintaining a healthy school environment. This is evidenced by the acquisition value  r  0.745 is the closeness of the strong category and accounts for 55.5%. The better knowledge of environmental health and the better the students' attitudes toward environmental health the better the behavior of students in maintaining a healthy school environment.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  yang sifatnya korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 217 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling,  dengan sampel sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan tes pengetahuan tentang kesehatan lingkungan, angket sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dan angket perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi, regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  termasuk kategori cukup, variabel sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan termasuk kategori cukup dan variabel perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah termasuk kategori cukup. Ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,739 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi sebesar 54,6%. Semakin baik pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Ada hubungan antara sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,744 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi sebesar 55,4%. Semakin baik sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,745 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi  sebesar 55,5%. Semakin baik pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dan semakin baik sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.

Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan, Sikap, Perilaku, Lingkungan


PENDAHULUAN
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang salah satunya ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat.
Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan pada akhirnya juga sangat mempengaruhi sikap hidup sehat seseorang begitu juga pada siswa, siswa yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan lingkungan yang memadai akan memiliki sikap hidup sehat yang lebih baik dibandingkan siswa yang tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan lingkungan. Karena sikap seseorang yan didasari pengetahuan akan lebih langgeng dibanding sikap seseorang terhadap sesuatu yang tidak didasari pengetahuan.
Sikap seseorang terhadap sesuatu hal akan positif apabila didukung dengan pengetahuan atau pemahaman yang baik akan hal tersebut. Makin positif sikap terhadap kebersihan lingkungan, maka makin tinggi pula kualitas perilaku hidup sehat, dan sebaliknya makin negatif sikap terhadap kebersihan lingkungan, maka makin buruk pula perilaku hidup sehatnya dalam keluarga.
         Dengan diajarkannya materi mengenai lingkungan hidup, siswa akan mengerti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan, sehingga akan tertanam suatu sikap yang peduli terhadap lingkungan hidup. Dengan adanya sikap peduli terhadap lingkungan tersebut siswa akan lebih mengerti bagaimana merawat dan menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Negeri 1 Sukaratu ternyata pengelolaan kesehatan lingkungan fisik sekolah diduga masih kurang, diantaranya kurang berfungsinya mekanisme pembagian kerja antara komponen sekolah. Contohnya tidak ada pembagian yang jelas tugas pengelolaan antara petugas kebersihan sekolah, guru dan murid, sehingga kadang-kadang murid mengira untuk membersihkan dan menjaga kesehatan lingkungan sekolah merupakan tugas petugas kebersihan sekolah di lain pihak petugas kebersihan Sekolah mengira itu tugas murid, begitu juga dengan guru mereka bahkan tidak merasa mempunyai tugas untuk menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan sekolah, padahal menjaga dan mengelola serta memelihara kesehatan lingkungan Sekolah merupakan kewajiban bersama semua komponen yang ada di Sekolah seperti, guru, murid, dan karyawan lainnya. Semua hal di atas menandakan pengetahuan siswa mengenai kesehatan diduga masih rendah.
Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku  siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.
Notoatmodjo, Soekidjo (2005 : 164) mengatakan bahwa “pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk tindakan seseorang, karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan”.
Menurut Anderson dan Krathwohl tentang Taksonomi Bloom Revisi dalam  Rustaman, Nuryani (2010:5) ada beberapa macam dimensi pengetahuan kognitif yaitu : “Pengetahuan Faktual (Factual Knowledge) , meliputi elemen-elemen dasar yang harus diketahui siswa ketika mereka mempelajari sesuatu. Pengetahuan Konseptual (Conceptual Knowledge); Pengetahuan Prosedural. Dan Pengetahuan Metakognitif”.
Dengan   lingkungan   yang    bersih    diharapkan    mampu   menciptakan lingkungan  yang sehat yang merupakan kebutuhan bagi semua warga masyarakat yang tinggal  di  suatu  lingkungan.  Mengupayakan  lingkungan  yang  bersih,  tertib  dan teratur merupakan tugas bagi setiap anggota masyarakat. Foster dan Anderson (Irianto, Kus dan Waluyo, Kusno 2010: 87) mengemukakan bahwa kesehatan berhubungan dengan perilaku. Perilaku manusia cenderung bersifat adaptif. Sadar atau  tidak  sadar perilaku itu direncanakan untuk mempertahan kan kelangsungan hidupnya  dan meningkatkan kesejahteraan anggota tiap kelompok. Perilaku sehat dapat  dipandang  sebagai suatu respons yang rasional terhadap hal-hal yang dapat mengakibatkan sakit.
Menurut Purwanto, Ngalim (2003:140) sikap adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi. Swastha dan Handoko (2002:98) menambahkan bahwa tradisi, kebiasaan, kebudayaan dan tingkat pendidikan ikut mempengaruhi pembentukan sikap.
            Perilaku individu tidak timbul dengan sendirinya tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima individu  baik berupa stimulus eksternal maupun stimulus internal.  Namun demikian sebagian besar dari perilaku individu itu merupakan respons terhadap stimulus eksternal. Kaum behavioristis memandang bahwa  perilaku sebagai respons terhadap stimulus sangat ditentukan oleh keadaan stimulusnya dan individu seakan-akan tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubungan stimulus respons dengan demikian bersifat mekanistis. Istilah kesehatan lingkungan menurut Indan (2000:74) merupakan Pengawasan lingkungan fisik, biologis, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan. Djoyomartono (2004:15) mengemukkan bahwa “kesehatan berhubungan dengan perilaku”. Perilaku manusia cenderung bersifat adaptif. Sadar atau tidak sadar perilaku itu direncanakan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan meningkatkan kesejahteraan anggota tiap kelompok. Menurut Soemirat, (2002:34) menyatakan bahwa : Secara alamiah manusia hidup berinteraksi dengan lingkungan. Mulai dari manusia bernapas, mengambil udara yang ada disekeliling mereka setiap detiknya, memakan dari makan yang dihasilkan dari yang ada disekitar mereka, demikian pula minum, dan akitifitas mereka. Semua tergantung dari sosial budaya dan lingkungan yang ada. Karena manusia memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan hidupnya.

METODE  PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  yang sifatnya korelasional. Dipilihnya metode survey didasarkan pada alasan bahwa penelitian yang peneliti lakukan  berkaitan dengan masalah meliputi jumlah responden yang cukup banyak.  Salah satu jenis dari penelitian survey adalah penelitian yang sifatnya korelasional (Latunussa, Izaak, 2008 :63). Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data agar dapat menentukan besarnya hubungan yang ada di antara variabel-variabel dalam bentuk koefisien korelasi. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 1 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Adapun objek dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang kesehatan lingkungan,  sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah siswa sebanyak 217 orang yang tersebar di 7 kelas.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling. Dimana diambil sebanyak 30% dari populasi Oleh karena itu sampel yang diambil dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 66 orang.
Alat ukur yang digunakan adalah angket untuk mengukur data yang berkaitan dengan variabel sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dan variabel perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.Sedangkan Tes pengetahuan peserta didik tentang kesehatan lingkungan. Instrumen ini dimaksudkan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu, dan sampai sejauh mana kemampuan peserta didik tentang pengetahuan kesehatan lingkungan yang peserta didik dapat. Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen. Uji  validitas  dalam  penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Product Moment., reliabitas dihitung dengan formula dari Alfpha Cronbch. Uji coba instrumen dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1  Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah responden sebanyak 30 orang di luar sampel masih dalam populasi. Uji instrumen dalam penelitian ini mengukur item-item tes dari pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  sebanyak 50  item, sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan sebanyak 30 item, dan perilaku siswa dalam memeliharaan kesehatan lingkungan lingkungan sebanyak 40 item. Untuk mengetahui validitasnya dengan membandingkan hasil rhitung dengan rtabel product moment. Bila rhitung lebih besar dari rtabel, maka pertanyaan tersebut valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur. Bila rhitung lebih kecil dari r tabel, maka pertanyaan tersebut harus diganti, diperbaiki atau dihilangkan. Dari hasil uji diketahui bahwa hasil pengujian dari 50 item pertanyaan dari pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  yang  valid  sebanyak 41 item (digunakan) karena memenuhi nilai rhitung  > r tabel  sedangkan jumlah item yang tidak valid ada 9 item. Dari hasil uji diketahui bahwa hasil pengujian dari 30 item pernyataan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan yang  valid  sebanyak 28 item (digunakan) karena memenuhi nilai rhitung  > r tabel  sedangkan jumlah item yang tidak valid ada 2  item. Dari hasil uji validitas diketahui bahwa hasil pengujian dari 40 item pernyataan perilaku siswa dalam memeliharaan kesehatan lingkungan lingkungan yang  valid  sebanyak 33 item (digunakan) karena memenuhi nilai rhitung  > r tabel  sedangkan jumlah item yang tidak valid ada 7  item
Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan menyajikan data penelitian yang berupa deskripsi data tentang pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  , sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan, dan perilaku siswa dalam memeliharaan kesehatan lingkungan lingkungan.  Beberapa syarat yang harus dalam melakukan teknik analisis korelasi yaitu persyaratan pertama data berdistribusi normal dan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linier. Uji normalitas data pada setiap variabel penelitian menggunakan uji pengujian Kolmogorov-Smirnov. Persyaratan kedua dalam pengujian persyaratan analisis adalah uji linieritas regresi.Uji Linieritas digunakan untuk menguji apakah ketiga varian memiliki hubungan atau tidak. maka berikut ini akan disajikan hasil uji linieritas regresi dari variabel-variabel tersebut masing-masing digunakan tenik pengujian dengan prosedur polinominal ANOVA satu jalur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi, regresi sederhana dan berganda. Semua perhitungan menggunakan bantuan SPSS 16.0.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi data hasil penelitian menunjukan variabel pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  termasuk kategori cukup, variabel sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan termasuk kategori cukup, dan variabel perilaku siswa dalam memeliharaan kesehatan lingkungan lingkungan termasuk kategori cukup. Pendapat yang dikemukakan oleh Sujianto, Agus Eko (2009: 83) pedoman pengambilan keputusan normalitas dengan menggunakan  uji Kolmogorov-Smirnov  dalam SPSS 16.0 adalah : Nilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas < 0,05 distribusi data adalah tidak normal. ilai Sig atau signifikasi atau nilai probabilitas > 0,05 distribusi data adalah normal. Pengujian normalitas data hasil perhitungan diperoleh : Untuk data dari variabel pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  (X1) didapat harga Asymp. Sig. sebesar 0,98 pada taraf signifikan 5%. Ternyata harga Asymp.Sig. lebih besar dari harga probabilitas yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa populasi sampel berdistribusi normal. Untuk data dari variabel sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan (X2) didapat Asymp. Sig. sebesar 0,96 pada taraf signifikan 5%. Ternyata harga Asymp.Sig. lebih besar dari harga probabilitas yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa populasi sampel berdistribusi normal. Untuk data dari variabel perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) didapat harga Asymp. Sig. sebesar 0,99 pada taraf signifikan 5%. Ternyata harga Asymp.Sig. lebih besar dari harga probabilitas yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa populasi sampel berdistribusi normal. Uji linieritas regresi variabel pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  (X1) dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Hasil perhitungan didapat harga Asymp. Sig. dengan db (64) pada taraf signifikan 5% adalah 0,00. Ternyata Asymp. Sig. lebih kecil dari harga probabilitas yang digunakan, maka regresi linier. Uji linieritas regresi variabel sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan (X2) dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Hasil perhitungan didapat harga Asymp. Sig. dengan db (64) pada taraf signifikan 5% adalah 0,00. Ternyata Asymp. Sig. lebih kecil dari harga probabilitas yang digunakan, maka regresi linier. Uji linieritas regresi variabel pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  (X1) dan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan (X2) dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Hasil perhitungan didapat harga Asymp. Sig. dengan db (63) pada taraf signifikan 5% adalah 0,00. Ternyata Asymp. Sig. lebih kecil dari harga probabilitas yang digunakan, maka regresi linier.
Pengujian hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana dan korelasi sederhana, umumnya dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yaitu  Y= a + bx. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi dan linieritas sederhana antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan (  dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah  (Y) menghasilkan konstanta a  sebesar  106,02 dan arah regresi b sebesar 0,67.  Hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah  (Y) dapat disajikan dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut Y = 106,02 +  0,67 X1. Setelah diperoleh persamaan regresi kemudian dilakukan uji keberartian regresi, hasil perhitungan uji keberartian menunjukkan bahwa F hitung  sebesar 77,05  dengan taraf nyata α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa regresi Y = 106,02 +  0,67 X1 adalah berarti (signifikan ). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,739 yang yang termasuk kategori keeratan kuat, berarti ada  hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah  (Y). Untuk koefisien  determinasi R2 =  0,456 ini berarti ada  hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) sebesar 45,6%. Atau dengan kata lain sebesar 54,4%. perilaku perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah dapat dijelaskan oleh faktor pengetahuan tentang kesehatan lingkungan.
Pengujian hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana dan korelasi sederhana, umumnya dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yaitu Y= a + bx. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi dan linieritas sederhana antara sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) menghasilkan koefisien konstanta a  sebesar 47,92 dan koefisien regresi b sebesar 0,77. Bentuk persamaan regresi hubungan antara sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) dapat dinyatakan dengan persamaan Y = 47,02 + 0,77 . Besarnya koefisien korelasi yaitu sebesar 0,744 yang termasuk kategori keeratan kuat berarti ada hubungan  antara sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Sedangkan besarnya koefisien determinasi R2=  0,554. Ini berarti bahwa 55,4% dari varians perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) dapat dijelaskan oleh sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan (),
Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan () dan sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan () dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y). Analisis regresi linier berganda terhadap data penelitian dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 yang menghasilkan  koefisien arah regresi b1 sebesar  0,48 dan   koefisien regresi b 2  sebesar  1,32  konstanta a sebesar  7,16. Sehingga hubungan ini dapat dinyatakan dalam persamaan Y = 7,16 + 0,48  + 1,32  koefisien  korelasi sebesar  0,745 yang termasuk kategori keeratan kuat, berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan siswa terhadap  kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Besarnya koefisien determinasinya (R2) = 0,555 yang berarti 55,5%  variansi  perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah (Y) dapat dijelaskan oleh pengetahuan tentang kesehatan dan sikap siswa terhadap  kesehatan lingkungan  melalui  persamaan   regresi berganda Y = 7,16 + 0,48  + 1,32  Untuk mengetahui keberartian regresi, persamaan regresi selanjutnya diuji menggunakan Uji F.  Hasil perhitungannya nampak nilai F = 39,36 dengan signifikasi 0,000  lebih kecil dari 0,05 sehingga bisa disimpulkan bahwa regresi yang diperoleh linier.
Dari hasil analisis memberikan gambaran akan pentingnya pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dalam pemahaman nilai-nilai kesehatan di lingkungan sekolah yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian melakukan penataan, memperhatikan sarana prasarana yang ada di lingkungan sekolah, kebersihan pemeliharaan lingkungan Karena manusia termasuk peserta didik adalah khalifah dimuka bumi, maka mengolah, memanfaatkan, dan melestarikan alam akan dimintai pertanggungjawaban oleh generasi selanjutnya terlebih oleh Tuhan kelak di akhirat nanti.
Hasil pemeliharaan kesehatan di lingkungan sekolah sangat menunjang akan kesehatan peserta didiknya, karena lantai yang bersih, penunjang sanitasi dan keteraturan pemeliharaan kamar mandi dapat menghindari akan berjangkitnya berbagai penyakit, sehingga keberadaan sekolah yang bersih terpelihara menunjukkan penerapan tanggung jawab  dan penerapan prinsip utama menjaga kebersihan lingkungan yang ditanamkan dengan prinsip atur diri sendiri dalam pemeliharaan kesehatan di  lingkungan sekolah.

SIMPULAN DAN SARAN
Ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,739 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi sebesar 54,6%. Semakin baik pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Ada hubungan antara sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,744 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi sebesar 55,4%. Semakin baik sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dan sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai r sebesar 0,745 yang termasuk kategori keeratan kuat dan memberikan kontribusi  sebesar 55,5%. Semakin baik pengetahuan tentang kesehatan lingkungan  dan semakin baik sikap siswa terhadap kesehatan lingkungan maka akan semakin baik perilaku siswa dalam memelihara kesehatan lingkungan sekolah.
Dalam upaya meningkatkan perilaku para siswa untuk memelihara kesehatan di lingkungan sekolah akan lebih baik dilakukan kerja sama yang lebih efektif lagi diantara semua unsur terkait yang berupa kegiatan-kegiatan bersama yang bisa memotivasi para siswa dalam memelihara kesehatan di lingkungan sekolah. Mengingat betapa pentingnya perilaku pemeliharaan kesehatan lingkungan, khususnya lingkungan sekolah maka pelaksanaan pemdididkan bukan hanya berupa pengetahuan saja tetapi harus diimbangi dengan sikap terhadap kesehatan lingkungan dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Djoyomartono, Mulyono (2004) Antropologi Kesehatan. Semarang: UNNES Press.
Indan (2000) Metode dan Teknik Analisa, Komponen Udara. Materi Kusus: AMDAL  B, BPG yang baru, Denpasar – Bali.
Irianto, Kus dan Waluyo, Kuno ( 2010)  Gizi & Pola Hidup Sehat,Bandung: Yrama Widya.
Latunussa, Izaak (2008) Penelitian Pendidikan Suatu Pengantar. Jakarta: Depdikbud.
Notoatmodjo,  Soekidjo (2005) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta
Purwanto, Ngalim (2003) Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat.
Rustaman, Nuryani ( 2010)  “Penilaian Taksonomi Bloom Revisi”. Makalah Seminar Peningkatan Profesionalitas Guru dan Dosen. Tasikmalaya,29 Mei 2010.
Soemirat (2002) Dasar-Dasar Public Relations, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sujianto , Agus Eko  (2009) Aplikasi Statistik dengan SPSS 16 , Jakarta: Prestasi Pustaka.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar